Breaking News
Loading...
Wednesday, 28 November 2012


Pasti Agan-Aganwati udah tau donk ama yang namanya “OLIMPIADE SAINS NASIONAL” (OSN)?!?
Apalagi buat Sains & Teknologi Enthusiast pasti udah pada khatam ato malah ikutan Olimpiade yang satu ini?!




Buat yang belum tau atau belum pernah denger sama sekali tentang OSN, nih ane kasih tau sedikit sejarahnya.

Spoilerfor Sekilas Sejarah OSN:

Olimpiade Sains Nasional pertama kali diadakan tahun 2008 oleh sebuah perusahaan BUMN di Indonesia. Tahun 2012 ini merupakan tahun keempat. Tujuan Olimpiade ini diadakan untuk menggali potensi dan kontribusi para mahasiswa yang mendalami bidang Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi. Bisa dibilang, program ini turut meningkatkan kualitas pendidikan di perguruan tinggi di 33 provinsi alias seluruh Indonesia! Di setiap provinsi itu, ditunjuk minima. 1 Universitas untuk menjadi “Perguruan Tinggi Mitra”
Spoilerfor Perguruan Tinggi Mitra:

 



Nah, Olimpiade ini sekarang udah sampe pada tahap seleksi tingkat pusat, gan! Lho? Kok udah pusat aja? Sebelumnya seleksi tingkat daerah (provinsi) udah dilaksanain dari 23 Juli sampe 8 Oktober kemaren, gan! Ane juga ketinggalan infonya… Baru tau sekarang. Sekalinya tau eh udah telat!



REPUBLIKA.CO.ID - Penasaran. Mungkin itu kata yang dapat mewakili perasaan Ainul Mahabullah, mahasiswa semester 7 jurusan Biologi Fakultas MIPA Institut Teknologi Sepuluh November (ITS). Semangat yang menggebu di dunia sains yang digelutinya belum tuntas jika belum menjadi yang terbaik di ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN)- Pertamina.

Berbekal rasa penasaran, mahasiswa asal Lamongan ini memutuskan mengikuti OSN-Pertamina untuk ketiga kalinya. OSN-Pertamina tahun 2010 dan 2011 belum mencatatkan namanya menjadi yang terbaik.

Tak sia-sia, perjuangan Ainul berbuah tahun ini. Anak seorang petani dan guru Madrasah Ibtidaiyah ini akhirnya meraih juara 1 untuk kategori Biologi regional Jawa Timur. Ainul membawa ide 'Bahaya Dioksin terhadap Lingkungan Biodiversitas dan Kesehatan'. Mahasiswa yang bercita-cita menjadi ahli di bidang bioteknologi ini menyoroti bagaimana dioksin membawa dampak yang berbahaya jika tak segera dicegah.

"Dioksin bisa muncul dari limbah-limbah industri yang tak bisa terdegradasi. Zat ini bisa menimbukan dampak kesehatan reproduksi, kanker bahkan menyebabkan anak autis," papar Aulia, rinci.

Bercita-cita meraih gelar master di luar negeri, Aulia memaparkan bioremediasi dengan bakteri sebagai solusi untuk mengurangi akumulasi dioksin di alam. "Kita butuh solusi yang mendukung green environment, bakteri menjadi salah satu solusi untuk mengurangi dampak dioksin namun tak berbahaya bagi lingkungan," katanya.



Paparan Aulia adalah gambaran bagaimana sains menjadi sebuah solusi yang dekat dengan kehidupan. Itulah misi yang dibawa OSN-Pertamina. Hal ini dibenarkan dosen jurusan Fisika Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Dr Rer Nat Triwikantoro Msi. Menurut mantan dekan FMIPA ITS ini, OSN-Pertamina adalah jembatan untuk mendekatkan teori sains ke dalam aplikasi yang lebih berguna untuk masyarakat.

"Secara akademis, OSN-Pertamina adalah wadah yang dibutuhkan untuk merealisasikan proyek sains ke dalam aplikasi terapan, terlebih tahun 2012 ada science project bagi peserta," papar Tri.

Penyelenggaraan OSN-Pertamina dalam catatan Tri juga menghadirkan optimisme sendiri. Pasalnya pemenang di regional Jawa Timur tidak hanya didominasi mahasiswa asal Surabaya atau Malang. "Ada spread representatif, yang dari Jember, Lamongan dan daerah lainnya mulai unjuk gigi tahun ini," imbuhnya.
 


 sumber :http://www.kaskus.co.id/thread/50b4ba6b20d719d94a0000b7

0 comments:

Post a Comment