Breaking News
Loading...
Thursday, 22 November 2012



Demi pendidikan putranya yang masih kecil, Liao Xiaoming dan Wang Xuanna pindah ke Kota Guangzhou, China. Kedua pasangan ini bekerja sebagai seorang pembersih toilet, namun karena ongkos sewa rumah mahal, mereka memutuskan untuk membangun rumah di samping toilet tempat mereka bekerja.

Dengan menjadi seorang petugas pembersih toilet, mereka mendapatkan tunjangan berupa pendidikan gratis bagi putranya untuk sembilan tahun. Mereka berharap, dengan pendidikan yang baik, putranya dapat memiliki penghasilan yang besar di masa depan.

Liao dan Wang sendiri memiliki rumah besar di kampung halamannya dan sawah. Namun kedua pasangan itu memutuskan untuk hidup di Beijing demi putranya.

"Bila bukan karena pendidikan putra kami, kami tidak akan mengambil pekerjaan ini. Gaji pekerjaan ini sangat kecil, kami bisa mendapat penghasilan yang jauh lebih besar di desa dengan bertani dan beternak babi. Kami juga memiliki rumah yang lebih besar," ujar Liao, seperti dikutip Sina News, Kamis (22/11/2012).

Mereka membangun rumah tepat di sebelah toilet yang dibersihkannya setiap hari. Rumah itu sangat kecil, namun memiliki dua lantai. Untuk masuk ke dalam rumahnya, mereka harus melalui sebuah terowongan kecil.

Dalam rumah kecil itu, ada tempat tidur yang cukup untuk ditempati dua orang dan ruang belajar, serta tempat tidur bagi putranya. Rumah kecil tersebut juga dilengkapi dapur dan ruang berkumpul.

Selama ini, mereka memanfaatkan toilet khusus bagi orang cacat untuk keperluan MCK. Gaji yang didapatkan oleh kedua pasangan itu hanyalah 3 ribu Yuan per bulan atau sekira Rp4,6 juta. Mereka cukup kesulitan untuk menyewa sebuah apartemen di Beijing.

"Kebahagiaan bukanlah karena uang. Kebahagiaan adalah memiliki keluarga yang saling mencintai. Saya bahagia karena suami saya selalu memperdulikan saya dan putra saya adalah seorang bocah yang baik," ujar Wang.

Meski mereka tidak sanggup menyewa apartemen atau tempat tinggal lainnya, mereka masih bisa membawa laptopnya. Mereka juga mendapat akses listrik yang cukup baik di tempat tinggalnya yang sangat kecil.(AUL)


Light relief: This two-metre square corner of a public toilet in Guandong, southern China has become home to a couple and their 12-year-old sonLight relief: Wang Xuanna serves up dinner in the corridor of the tiny home as a member of the public steps into the neighbouring toilet block


Not feeling flush: One of the family members leaves the small back room to return to the job job of cleaning the toilets
Potty? Wang Xuanna hangs up washing in the narrow corridor between two buildings
Not feeling flush: Liao Xiaoming leaves the small back room to return to the job of cleaning the toilets while Wang Xuanna hangs up washing in the small alleyway next to the block

Toilet stop: The immigrant workers moved to the small toilet home in the city because it came with one unbeatable mod-con - free education for their son
Toilet stop: The immigrant workers moved to the small toilet home in the city because it came with one unbeatable mod-con - free education for their son
Toilet stop: The immigrant workers moved to the small toilet home in the city because it came with one unbeatable mod-con - free education for their son 


No rest room: The couple moved into the unusual home after hearing that children of contract toilet cleaners in Guangdong can enjoy nine years free education
No rest room: The couple moved into the unusual home after hearing that children of contract toilet cleaners in Guangdong can enjoy nine years free education

Big job: Wang Xuanna mops the stairwell floor at the toilets which are a world away from the comfortable lifestyle they gave up running a shop in a nearby village
Big job: Wang Xuanna mops the stairwell floor at the toilets which are a world away from the comfortable lifestyle they gave up running a shop in a nearby village

sumber :okezone

0 comments:

Post a Comment